Minggu, 22 September 2024

GELAR BUDAYA " NAPAK TILAS JOYONEGORO SLAHUNG "




    Berbicara mengenai event budaya di ponorogo memang tidak ada habisnya. Ada sejarah dan tradisi yang diingat dan dijaga kelestariannya. Seperti rangkaian pagelaran Budaya Joyo Negoro yang di selenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat Kecamatan Slahung setiap tahunnya. Pagelaran budaya ini, ungkap Camat Slahung Bapak. Nur Huda Rifa’i, gelar budaya Joyo Negoro ini merupakan tradisi tahunan merupakan ikon ataupun menjadi tradisi rutin di Kecamatan Slahung, untuk mengenal dan mengetahui Joyo Negoro yang merupakan leluhur di Kecamatan Slahung yang menjadi cikal bakal adanya kecamatan slahung.


    Rangkaian pagelaran tahun ini, di awali dengan istighotsah dan ziarah makam Eyang Joyonegoro, Pameran Pusaka & karawitan, dilanjutkan dengan Bedol Pusoko dan kirab Pusaka peninggalan Eyang Joyonegoro, Tombak Tunggul Nogo, Payung songsong Buwono dan Tongkat Jati Kumoro. Kemudian ditutup dengan Pawai Budaya. 

    Wakil Bupati Bunda Lisdyarita turut memeriahkan Pawai Budaya yang digelar, Jumat (20/09/2024). Bersama dengan Camat slahung Bapak. Nur Huda Rifa’i, Kepala desa seKecamatan Slahung, Lembaga Pendidikan, dan instansi lainya diarak menggunakan kereta kuda dari Taman Baca Joglo Pule Desa Nailan menuju Pendopo Kecamatan Slahung. 

    Bunda Lisdyaritapun sangat bangga akan upaya pelestarian budaya oleh pemerintah dan masyarakat Slahung. Pagelaran ini dinilainya menjadi potensi besar bagi Slahung dan Ponorogo, khususnya sektor wisata budaya. “Terimakasih kepada pemerintah Kecamatan Slahung dan masyarakat yang telah melaksanakan acara ini. Ini suatu yang luar biasa, nguri-nguri budaya. Sehingga generasi mendatang mengetahui tentang nenek moyangnya, siapa Eyang Joyonegoro.” ujar bunda Lisdyarita. Dengan sektor wisata yang maju, ia yakin bahwa banyak sektor ekonomi lainya akan mendapatkaan dampak positifnya. UMKM contohnya. “semoga ini terus digelar setiap tahunnya, bisa menjadi wisata budaya kita. Jika wisata maju, tentu akan mengungkit ekonomi,” tandanya. 

Inti dari Pagelaran Budaya Joyonegoro yaitu napak tilas kirab pusaka Eyang Joyonegoro. Ini merupakan agenda rutin setiap tahun semoga dapat memberikan manfaat sebesarbesarnya kepada seluruh masyarakat.









Sabtu, 21 September 2024

Acara Pagelaran Djoyo Negoro 2024


    Berbicara mengenai event budaya di Ponorogo memang tidak ada habisnya. Ada sejarah dan tradisi yang diingat dan dijaga kelestariannya. Seperti rangkaian pagelaran Budaya Djoyo Negoro yang diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat Kecamatan Slahung setiap tahunnya. 

    Pagelaran budaya ini, ungkap Camat Slahung Nur Huda Rifa I, untuk mengingat sosok eyang Joyonegoro, putra Panembahan Senopati Mataram yang menjadi Adipati Gadingrejo, Ponorogo Selatan. Dari garis keturunan beliau lahir pahlawan nasional, HOS Cokroaminoto. 

    Rangkaian pagelaran tahun ini, lanjut Nur Huda Rifa i, memiliki Sebuah Pesan Moral untuk Anak Muda Zaman Sekarang agar lebih tau mendalam apa itu Pegelaran Budaya Djoyo negoro yang meruapa leluhur Asal Mula Kecamatan Slahung. 

    Ibu Susilowati Giri Sancoko juga ikut antusias meramaikan Acara Pegelaran Djoyo Negoro ini, Bersama dengan Bu.Arifalutfi Nur Huda, Ibu Kapolsek Slahung, Dan Ibu Koramil Slahung. 

Ibu Susilowati sangat bangga dalam kegiatan Djoyo Negoro ini karena Beliau mengaku bahwa Kegiatan ini bisa mencetak Prestasi dan kebaikan bagi Anak - Anak muda zaman sekarang " Pesan moral saya untuk Anak - Anak Generasi saat ini adalah dapat mencetak prestasi dan mencetak kebaikan, karena Djoyo Negoro ini sudah meninggalkan kita Berpuluh - puluh tahun dan masih selalu dikenal dan pasti Djoyo Negoro memiliki prestasi dan kebaikan" tutur Ibu Susilowati. 

    Pada tahun 2024 ini Pagelaran Budaya Djoyo Negoro diselenggarakan mulai dari hari Rabu 18 September sampai dengan Hari Jumat 20 September. Pada acara ini tentunya banyak dihadiri oleh warga yang menonton dan antusias dalam mendukung kegiatan Budaya Djoyo Negoro setiap tahunnya. Tak hanya penonton yang memiliki antusias tinggi dalam kegiatan seperti ini namun Sekolahan yang ada pada Kecamatan Slahung juga sangat antusias dalam ikut turun meramaikan kegiatan Budaya Djoyo Negoro pada Tahun ke Tahun.




SMPN 1 SLAHUNG yang ikut serta dalam meramaikan acara Djoyo negoro ini menerjunkan ekstra Drumband " GITA SUARA ESNESA " sebagai bentuk antusias dalam Acara Djoyo Negoro Tahun 2024 ini. Tak hanya SMPN 1 SLAHUNG saja yang tampil dalam acara ini, namun banyak sekali yang juga antusias menampilkan kreatifitas dalam acada ini, mulai dari anak TK, SD, sampai dengan SMP. Adanya berbagai macam hiburan itulah yang membuat acara Djoyo Negoro sangat digemari oleh masyarakat dan juga selalu banyak penonton setiap tahunnya sampai membuat kemacetan diberbagai titik.

PAGELARAN KIRAB BUDAYA DJOYO NEGORO 2024




Rangkaian Pagelaran Budaya Djoyo Negoro tahun 2024 yang digelar pemerintah dan masyarakat Kecamatan Slahung berlangsung meriah. Kecintaan masyarakat Ponorogo terhadap warisan dan tradisi leluhur masih terjaga sampai saat ini. Hal ini terlihat dari antusiasnya masyarakat di setiap kegiatan budaya.

Berbicara mengenai event budaya di Ponorogo memang tidak ada habisnya. Ada sejarah dan tradisi yang diingat dan dijaga kelestariannya. Seperti rangkaian Pagelaran Budaya Djoyo Negoro yang diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat Kecamatan Slahung setiap tahunnya. 


Wakil Bupati Bunda Lisdyarita turut memeriahkan Pawai Budaya yang digelar, jum’at (20/09/24). Bersama dengan Forkopimcam, Kepala Desa se-Kecamatan Slahung, Lembaga Pendidikan, dan instansi lainnya diarak menggunakan kereta kuda Dari desa Nailan hingga Desa Slahung. Sementara itu di lapangan Desa Slahung, Ponorogo juga digelar seni Reog yang dapat dinikmati seluruh masyarakat. Adapun tujuan utama penggelaran Kirab Djoyo Negoro 2024 ini untuk  melestarikan budaya dan mengenang jasa leluhur, selain itu juga mampu menumbuhkan ekonomi dan mempererat kerukunan masyarakat, menumbuhkan karakter masyarakat yang bermartabat dan berbudi luhur. oleh karena itu, sebagai generasi penerus, Kang Bupati Sugiri berharap masyarakat dapat menjaga dan melestarikan tradisi tersebut.

Kirab Budaya Djoyo Negoro 2024 juga di meriahkan oleh penampilan – penampilan siswa didik dari berbagai sekolah di Kec.Slahung, mulai dari jenjang TK hingga SMP. 






SMPN 1 Slahung turut dalam memeriahkan acara tersebut, dengan mengeluarkan marching Band "GITA SUARA ESNESA". Sejak siang hingga menjelang petang masyarakat terlihat ramai memenuhi pinggiran jalan raya.